Beberapa faktor diketahui merupakan predisposisi bagi seseorang untuk terkena penyakit kulit akibat kerja. Seseorang dengan predisposisi yang berhubungan, misalnya atopi,biasanya lebih rentan terhadap iritan.Kulit yang rusak, seperti kulit yang lecet atau tergores dapat merupakan predisposisi menjadi dermatitis kontak.
Keadaan lingkungan juga berperan dalam perkernbangan penyakit kulit akibat kerja. Misalnya, tempat kerja yang panas dengan ventilasi yang buruk menyebabkan pekerja berkeringat berlebihan dan kondisi ini akan memperberat kelainan kulit serta terjadi intertrigo. Keringat dapat berperan sebagai pelarut yang akan meningkatkan penetrasi iritan dan alergen kedalam kulit. Pekerja yang tidak mengerti bahaya pekerjaan dan tidak memerhatikan kebiasaan kerja yang baik serta kebersihan memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kulit akibat kerja.
Referensi
Praktik Kedokteran Kerja ed 1 Oleh J. Jeyaratnam & David Koh
Kaitkata: dermatitis kontak, intertrigo, penyakit kulit