Hipovolemia Distributif

Penyebab tersering sindrom klinis ini adalah sindrom sepsis. Riwayat secara khas menunjukkan awitan demam tinggi mendadak, yang terjadi secara de novo atau setelah awitan infeksi saluran napas, infeksi saluran cerna, atau infeksi saluran kemih yang nyata. Anak sering terlihat tidak bergairah, kewaspadaan menurun, dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan usia, seperti halusinasi atau tidak tertarik pada lingkungan sekitar. Riwayat tambahan dapat meliputi muntah, diare, petekie yang tidak memucat jika ditekan atau ruam hemoragik, gawat pernapasan, dan oliguria. Temuan fisik sering meliputi tanda-tanda dehidrasi yang jelas tanpa kehilangan cairan eksternal yang nyata, meningismus, ruam petekie atau ruam hemoragik, bukti adanya emboli septik, dan gawat pernapasan yang disertai edema paru. Anak kecil sering terlihat lemah dan memiliki manifestasi berupa bercak-bercak pada kulit, perfusi perifer yang buruk, dan ketidakstabilan suhu tubuh. Hipotensi yang sebenarnya menurut usia muncul lambat dan sering merupakan temuan yang berbahaya. Data dasar laboratorium sebaiknya diperluas mencakup kultur bakteri yang sesuai, hitung darah lengkap, serta pemeriksaan apusan darah. Leukopenia atau leukositosis yang disertai dengan adanya netrofil batang di dalam darah (bandemia), trombositopenia, adanya bukti koagulopati, gangguan fungsi hati dan pankreas, dan foto rontgen dada yang sesuai dengan sindrom gawat pernapasan akut memberikan gambaran yang khas adanya sepsis berat dengan hipovolemia. Hasil pemeriksaan kimia darah rutin juga secara khas menunjukkan adanya asidosis metabolik, yang, jika berat, berkaitan dengan asidemia nyata (pH arteri kurang dari 7,37). Pada awalnya, alkalosis respiratorik yang terkompensasi dengan hipokapnea dapat juga ditemukan pada analisis gas darah. Akan tetapi, jika terjadi sindrom gawat pernapasan, dapat dijumpai asidosis respiratorik yang terjadi lambat dengan hiperkapnea, dan hal ini memperburuk asidosis metabolik yang sudah ada sebelumnya. Pengobatan terdiri atas mempertahankan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi, sering diikuti dengan pemberian antibiotik, kristaloid, produk darah, dan alkali secara intravena. Pengobatan, sering meliputi perawatan intensif di unit perawatan khusus, dilanjutkan hingga stabilitas hemodinamik (yaitu, perfusi perifer) tercapai dan dapat dipertahankan.

Pustaka
Pediatri

Kaitkata: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.