Anamnesis & Pemeriksaan Fisis Hidrosefalus

Cairan serebrospinalis (CSS) mempunyai tiga fungsi penting, yaitu:
1. Mempertahankan keutuhan jaringan otak dengan bertindak sebagai shock absorber,
2. Sarana untuk membawa asupan nutrisi bagi otak dan membuang sisa-sisa metabolisme otak, dan
3. Mengkompensasi perubahan volume darah intrakranial.

Keseimbangan antara produksi dan absorpsi cairan serebrospinalis sangat penting. Idealnya cairan tersebut sepenuhnya akan diserap ke peredaran darah. Namun, ada beberapa keadaan yang menghentikan atau mengganggu produksi, absorpsi, atau menghambat aliran CSS normal sehingga mengganggu keseimbangan. Keadaan ini disebut hidrosefalus.

Anamnesis
- Pada bayi: daya hisap jelek, iritabel, aktivitas berkurang, dan muntah.
- Pada anak kecil: pertumbuhan mental lambat, nyeri leher, muntah, pandangan kabur, penglihatan ganda-akibat papiledema dan atrofi optik, pertumbuhan, dan maturasi seksual terhambat (menyebabkan obesitas dan awitan pubertas yang tertunda atau terlalu cepat), kesulitan berjalan hingga spastisitas, dan mengantuk.
- Pada orang dewasa: fungsi kognitif terganggu, nyeri kepala, nyeri leher, mual, dan muntah, penglihatan kabur, penglihatan ganda (gangguan nervus VI), kesulitan berjalan (apraksia berjalan), mengantuk, dan inkontinensia.
- Pada hidrosefalus tekanan normal (NPH [normal pressure hydrocephalus]): gangguan gaya berjalan, demensia, inkontinensia urin, perilaku agresif, Parkinsonisme, dan kejang.

Pemeriksaan Fisik
- Bayi: pembesaran kepala, sutura kepala melebar, dilatasi vena kulit kepala, peregangan fontanela, mata seperti matahari tenggelam, dan peningkatan tonus tungkai.
- Anak kecil: papiledema, tidak dapat menatap ke atas, gaya berjalan tidak stabil, pembesaran kepala, kelumpuhan nervus VI unilateral, atau bilateral.
- Dewasa: papiledema, tidak dapat menatap ke atas dan melakukan akomodasi merupakan tanda tekanan pada tectal plate, gaya berjalan tidak stabil berhubungan dengan ataksia trunkus, tungkai, dan lengan. Biasanya didapatkan spastisitas tungkai, pembesaran kepala, kelumpuhan nervus VI unilateral, atau bilateral.
- NPH: biasanya tidak terdapat kehilangan fungsi sensoris, kekuatan otot biasanya normal, peningkatan refleks fisiologis, refleks Babinski mungkin ditemukan pada kedua kaki.

Referensi
Panduan Praktis Diagnosis dan tata Laksana Penyakit Saraf

Kaitkata: , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.